Pages

Sabtu, 08 Desember 2012

INI DIA SRIKANDI DARI BALI


Nama                           : I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa
Nama Panggilan          : Diah
Tempat/tgl lahir            : Denpasar, 4 April 1982
Alamat                        : Jl.Tawakal Raya No.7 Grogol-Jakarta Barat
Asal                             : Jl.Plawa no. 93 “Puri Alit Mahendradatta” Denpasar- Bali
Nama Ayah                 : Shri Wedastera Suyasa ( alm )
Nama Ibu                    : I Gusti Ayu Suwitry Wedastera Suyasa
Pendidikan                  : Fakultas Ekonomi-Manajemen, semester VII Univ.Trisakti Jakarta
Agama                         : Hindu
Kegiatan dan jasa keagamaan Hindu  :
2002-2003                   : Bendahara Umum UKM Kerohanian Hindu Universitas Trisakti Jakarta
2000                            : Sekretaris Yayasan Muda Hindu Indonesia (YHMI)
2001                            : Bendahara Forum Intelektual Muda Hindu Dharma ( FIMHD )
2001-skrg                    : Bendahara Badan Dana Punia Hindu Nasional ( BDPHN )
2001                            : Sekretaris Yayasan Kepustakaan Bung Karno
2003-skrg                    : Volunteer ‘Sanggar Anak Akar’ Jakarta
2003-skrg                     : Koordinator Asisten Dosen Statistik Universitas Trisakti Jakarta
2002-skrg                     : Sekretaris Umum Forum Intelektual Muda Hindu Dharma (FIMHD)
2002-skrg                     : Wakil Direktur The Hindu Center
2002-skrg                    : Ketua II Yayasan Mahendradatta
2003                            : Commitee 1st Bali International Film Festival (BIFF)
1999                            : Kontingen Langgam’99 dlm tim MB SSMD

Bali kembali mendapatkan kehormatan di Tanah Air, yakni dengan diberikannya Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) kepada Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri, S.E., M.M. sebagai Doktor Wanita Termuda di Indonesia. Pada usia yang baru mencapai 27 tahun dan delapan bulan, wanita kelahiran 4 April 1982 ini berhasil mengikuti jejak kakandanya yakni Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I, Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang juga meraih rekor Muri sebagai Doktor Termuda di Indonesia. Super woman mungkin itu julukan yang tepat disandang wanita ini. Maklum saja banyak organisasi yang diikuti oleh Diah saat masih duduk di bangku kuliah baik organisasi yang bersifat internal kampus, maupun organisasi yang bersifat eksternal. Kegiatan tersebut mulai dari FIMHD,BDPHN, UKM HINDU USAKTI hingga Volunteer ‘Sanggar Anak Akar’ Jakarta.
Diah mengaku telah mulai aktif dalam kegiatan organisasi semenjak duduk di bangku SMP. Baginya masa remaja tidak harus dinikmati dengan cara hura-hura atau sekedar nongkrong-nongkrong di Mall, akan tetapi masa remajanya ia habiskan untuk kegiatan berorganisasi untuk mengembangkan ide-ide, belajar, serta bersosialisasi untuk meningkatkan kepercayaan diri. Diah tampaknya kurang setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa mahasiswa yang ikut berorganisasi maka kuliahnya pasti akan terganggu, tetapi ia justru menikmati hal yang dilakukannya itu, dan syukur belum pernah ada masalah karena ia mampu untuk mengatur waktunya dengan baik. Diah juga ikut bergabung di organisasi-organisasi yang dipimpin oleh kakaknya dan sikap profesionalitas tetap diutamakan meskipun ia bekerja dengan saudaranya sendiri.
Sebagai seseorang yang lahir dari keluarga terdidik, ia merasa memunyai tanggung jawab menjadi suriteladan bagi masyarakat, khususnya bagi umat Hindu. Ini adalah pesan yang selalu diamanatkan oleh leluhurnya, terutama almarhum ayahnya Shri Wedastera Suyasa, yang juga pendiri Universitas Mahendradatta. Jiwa rantau pun sudah tertanam sejak dini dan tampak kemandirian merupakan bagian hidupnya. Diah mencontoh sikap kemandirian ini dari sosok ibundanya, I Gusti Ayu Suwirty. Beliaulah yang menjadi kekuatan utama Diah dalam berkarir. Sebagai seorang wanita Hindu Bali, Diah sangat menyakini bahwa tanpa restu dari seorang ibu, maka apa pun cita-cita seorang anak tidak akan pernah tercapai. Ibundanya sangat gigih memberikan motivasi dan semangat bagi Diah, terutama setelah ditinggal oleh almarhum ayahnda pada tahun 2000.
Untuk mencapai cita-citanya, ia pun rela kembali ke Bali untuk membangun tanah kelahirannya. Sebenarnya kalau ingin berkarir dan menjalin jaringan, maka Jakarta adalah tempat yang tepat baginya. Sejak menempun pendidikan S-1 hingga S-3, Diah sudah berhasil menaklukkan Ibu Kota dan belajar banyak hal terutama dalam bidang ekonomi dan bisnis. Kini Diah kembali ke Bali untuk membantu membangun Bali. Banyak cita-cita dan ide besar yang Diah realisasikan untuk Bali, yang juga adalah Direktur Eksekutif Bali Convex Nusa Dua ini.
Tentu saja Diah merasa bangga dianugrahi gelar doktor termuda oleh MURI karena di antara 250 juta penduduk Indonesia, ada seorang perempuan Hindu Bali yang bisa meraih gelar Doktor Wanita Termuda di Indonesia. Apalagi rekor Doktor Termuda masih dipegang oleh kakandanya Dr. Wedakarna.
Dan karena itulah, Dr. Diah Werdhi merasa memiliki tanggung jawab untuk membesarkan Universitas Mahendradatta yang merupakan perguruan tinggi swasta tertua di Bali dan Nusa Tenggara. Diah tidak setuju, jika sebuah lembaga pendidikan menjadi sebuah industri yang hanya mencari keuntungan semata tapi meninggalkan swadharmanya sebagai sebuah lembaga pengayom bagi Bali. Bersama dengan sahabat-sahabatnya dari beberapa negara, ia juga  mempersiapkan perhelatan akbar yakni Bali Bussiness Forum dan Bali Best Brand, Bali International Costumer Satisfaction Award dan Badan Kerja Sama Doktoral Ilmu Pemerintahan Jakarta-Bali pada tahun 2010.
Banyak nasehat dan saran yang Diah berikan terhadap pemuda Hindu di Indonesia. Menurut pandangannya pemuda Hindu kini cenderung tidak ingin berorganisasi dalam bidang agama karena sangat rapuh akan keyakinannya. Pemuda Hindu hanya mengenal Hindu sebatas ritual semata, dan bahkan tidak pernah melihat Kitab Suci Weda. Baginya pemuda Hindu tidak boleh berpikiran secara minoritas terhadap agamanya, meskipun Hindu adalah agama minoritas di Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar