Senyap, berkabut nian
Mengiringi dukaku
Hatiku kala itu, merasa paling rendah
Kini semakin menjadi
Terpupuk sejak lalu
Iri dari mereka yang mendapatkan segala
Sementara aku tidak
Tak satupun tahu, slalu di otakku terbersit hal itu
Masih,
hembusan angin malam menusuk batin
Meski
membuatku menangis karenanya
Justru
aku senang
Toh
mereka menerimaku
Mereka
yang slalu ada untukku, membuatku tertawa,
lupakan kerasnya hidup
lupakan kerasnya hidup
Kehangatan
serta kasih sayang yang mereka berikan begitu melimpah, mereka yang selalu rela
berkorban untukku
Maaf, maafkanlah aku yang kaku ini
Oh Tuhan
Ingin kubalas semua
Masih adakah jalan itu ?
Jika ada, dengan apa aku harus membalasnya ?
Jika ada, dengan apa aku harus membalasnya ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar